Sabtu, 24 Desember 2011

surat yang salah alamat

SURAT CINTA YANG SALAH ALAMAT

Pengumuman.... pengumuman........... ( kaya lagu aje ye ) cerita ini adalah fiktif belaka jadi bila ada kesamaan cerita dan tokoh ya gak apa-apa namanya juga cerita ya gak.
Berawal di pagi hari anto yang sedang asyik duduk di bangku dean kelasnya tiba-tiba dikagetkan oleh suaraaaa ( hmmmmm kayanya serem nih, jangan parno dulu ye ) temanya si ali “heh to, ngapain u ngelamun disini, kemarin aje ayam tetangga gue mati katanya sih karena ngelamun hehehee ( lho emang anto ayam ya sobat ). Sambil berdiri kaget karena suara si ali yang menggelegar bagaikan halilintar, anto pun langsung menepuk pundak ali.
“ah, sakit.....sakit...sakit” teriak anto
“makanya kalo mau ngageting orang itu kira-kira dong, untung gue gak sakit jantungan dan langsung ko id, malah gue belum nikah lagi “ ujar si anto
Ali pun mengeluarkan sepucuk surat dari saku bajunya
“eh... To ada surat nih” kata ali kepada anto sambil memberiakan suratnya kepada anto, namun belum usai ali berbicara namun anto memotongnya ( kaya buah ye di potong).
“surat? Dari siapa? Buat apa?” tanya anto heran dan bingung
“ah lu to, kaya polisi aja tanya nya banyak amat, polisi aja gak gitu-gitu amat, hmm.... kayanya surat cinta deh habis warnanya pink sih “ jawab ali.
“hah surat cinta? Mimpi apa gue dapet surat cinte?.. tapi kok dari thamrin sihhh alah lu ngerjain gue kan iya kan gakkkkkkk lucu tau” jawab anto sambil meyakinkan si ali
“ ah gokil lu to, gaul dong gaul itu nama jalan kaleeeeeeee” ujar ali dengan nada emosi
Ternyata eh ternyata surat cinta itu dari sang pujaan hati anto dari kampunya yang iya sukai saat SMP dulu lebih tepatnya monkey love hehehe sok inggris yey gue cinta monyrt gitu deccchh, sebelum membacanya dia memikirkan dimana tempat yang aman buat membaca suratnya agar tidak diketahui orang lain (ehehe.... malu lah zaman dah modern kok masih pakai surat-suratan ) akhirnya dia memikirkan beberapa tempat
1.      Anto memikirkan ingin membacanya di dalam tong sampah entah apa yang dipikrkanya saat itu kok baca surat di tong sampah, apa karena tong sampahnya besar sehingga bisa dimasuki manusia

2.      Pilihan yang kedua ialah di toliet, karena si anto pikir toilet itu kalo pagi-pagi gini pasti sepi ( yaiyalahhh jelas sepi kan udeh pada buang air dirumahnya masing-masing)


3.      Yang terakhir ialah dibelakang sekolah, sepiii sih tapi serem banyak preman, ehhh gak deh Cuma banyak anak-anak bolos aja.
Akhirnya anto memutuskan untuk membaca suratnya di belakang sekolah dengan alasan kalo dia milih baca ditong sampah bau dan kotor apa lagi di toilet ihhhhhhhhhhh bayangin nya aja males ya gak sob. Anto mengambil posisi yang enak untuk membaca surat cintanya ( kalo kate anak gaul sekarang tempat pewe gtu) anto duduk dibangku yang berada tepat dibawah pohon yang rindang, kemudian dia mengambil surat dari dalam sakunya dan dibacanyalah surat cinta berwara pink itu.
Namun sialnya si anto baru setengah ia membaca suratnya ia dikejutkan oleh suara yang tidak lain tidak bukan ialah suara gurunya.
“ to sedang apa apa kamu disini, bel masuk sudah mau berbunyi?” tanya bu guru
Dengan kagetnya sepontan ia melempar surat yang digenggamnya ke dalam tong sampah yang berada dekatnya lalu ia menjawab pertanyaan sang ibu guru..
“ ohhh... gak bu ini saya lagi memandangi keindahan belakang sekolah” jawab anto dengan gugup namun dalam hatinya berkeming ( apa yang indah orang belakang sekolah gue kuburan, yang ada banyak hantu-hantu berkeliaran eh gak deng ini masih pagi hantunya tidur)
Sang ibu guru pun tersenyum melihat tingkah anto yang kebingungan, dan menyuruh anto masuk kelas karena jam pembelajaran segera dimulai. Anto segera menuju ke kelasnya “ huh, hampir aja ketahuan” gumamnya dakam hati
Sampai dikelas ketika pelajaran berlangsung ali memanggil anto. “ hey... to, surat dari siapa tadi?? Hahaha gue heran kok ada ya orang yang mau kirim surat ke lu to? Paling dari iyem tukang sayur sebelah rumah lu ya,? Tanya ali sambil menggoda anton yang sedang bingung. Anto pun langsung teringat dengan surat cintanya... tapi ternyata saudara...saudara  surat cinta anto tidak ada di sakunya, lalu anto menepuk pundak anto “ ehhh, to lu kenapa kaya kebakaran jenggot aje , tapi jenggot siapa ya? Lu kan gak punya jenggot? Ali pun meledeknya melihat sahabatnya sedang panik. Tanpa menghiraukan pertanyaan sahabatnya itu dia sibuk mencari suratnya,,, tak lama kemudian anto baru teringat “ apa surat gue ketinggalan ya di belakang sekolah tadi?, astaga tadi gue lempar ketempat sampah belakang sekolah ahhhhhhhhh tidaaaaaakkk”
Anto langsung meminta izin  bu guru untuk ke toliet, lalu anto langsung berlari ke belakang sekolah tempat dimana tadi ia membaca suratnya namun apa yang terjadi dia langsung melihat ke arah tempat sampah namuuuuuuuuuun eng ing eng tong sampag ternyata sudah kosong tidak ada satu sampah pun yang tersisa, anto langsung lari menghampiri bapak petugas kebersihan sekolah dengan nafas ter engah-engah anto menanyakan kepada si bapak “pak, lihat surat saya gak pak eh salah sampah yang dibelakang sekolah?” tanya anto “wah dik, tadi sudah bapak buang ke mobil sampah, ada apa dik? Jawab si bapak.... tanya pikir panjang anto berlari menuju mobil pengangkut sampah “ kemana, kemana, kemana surat cinta ku kemana? Hahaha kaya lagu” sampailah anto di depan mobil pengangkut sampah ketika itu juga anto melihat sepucuk surat berwarna pink yang iya yakin itu adalah suratnya namun apa mau di kate surat sudah bercampur dengan aneka macam sampah yang ber aroma sangat”sedap” melebihi nikmatnya makanan ehhhh bercanda deng,
 Namun anto hanya bisa menghelus dadanya dan memandangi surat cinta nya yang terbawa oleh mobil pengangkut sampah, dengan perasaan hancur baur dia. berkata “ SELAMAT JALAN SURAT CINTA KU, TERNYATA KAU SALAH ALAMAT TERNYATA KAU BUKAN UNTUKKU MELAINKAN KAU SAMPAH-SAMPAH ITU AKHIRNYA KU SENDIRI LAGI
Itulah kisah surat cinta si anto yang akhirnya berlabu bukan kepada dirinya tapi berlabu pada mobil pengangkut sampah, nahhhhhhhhhh sobat jadi bukan ayu ting-ting aja yang bisa salah alamat surat cinta juga bisa salah alamat lhooooooo semangat buat jomblo lovers biar jomblo yang penting happy

SEKIAN



By : peri kecil

Rabu, 14 Desember 2011

peri kecil yang menanti kematian

Peri kecil yang menanti kematiam
         
Ini adalah kisah seorang gadis kecil yang sedang menunggu kematiannya, gadis kecil ini bernama cipo, kini usia cipo adalah dua belas tahun di usia yang terbilang dini cipo divonis kanker otak stadium akhir dan diperkirakan usianya hanyalah dua tahun saja. Hidup dengan keluarga yang tidak harmonis membuat cipo merasa kesepian , Cipo menjalani hari-harinya dengan memgikuti berbagai banyak kegiatan hanya karena dia tidak ingin merasakan kesepian yang setiap hari ia rasakan pada saat di dalam rumahnya.Dahulu cipo merupakan anak yang periang, aktif suka bermain tapi kini telah sirna tidak ada lagi canda tawa dari wajahnya. Setelah tahu dengan kondisi yang semakin tidak memungkin kan dia memilih diam.

            Kini hari-harinya hanyalah menangis dan berdiam, menghitungkan waktu kapan saat itu tiba dimana saat kematian itu datang kepadanya, dalam dirinya hanya satu pintanya pergi dalam pangkuan bundanya, “ya Tuhan aku ikhlas dengan takdir-Mu tapi bila aku boleh meminta aku ingin bertemu bundaku dan pergi dalam pangkuanya.” Setiap malam dia berdoa dan meminta agar doa nya pun di terima oleh Tuhan. 

            Hari ini adalah jadwal cipo chek up kondisi sakitnya, ci bangun dan membuka jendelanya dan tersenyum menatap indahnya pagi.

            Pagi, ialah ketika ku mendengar kicauan burung,
            Yang bernyanyi menyambut pagi.
            Ketika ku melihat embun membasahi rumput pagi.
            Aku akan siap menjalani hari ini.
            Menjalani hari dengan ketegaran hati
            Serta mensyukuri nikmat yang kau beri.


Ci pun membuat janji dengan dokter yang biasa menanganinya. Diambil lah handphone dari tasnya dan segera menelpon dokter. ‘ Pagi, dok saya cipo hari ini saya chek up ya kerumah sakit!” ujar cipo membuat janji dengan dokternya. “ ok deh peri kecil saya tunggu ya...”dokter pun membalas percakapanya. Setelah sepakat Cipo pun menutup telponya dan segera mengambil handuk dan bergegas mandi namun sebelum menuju kekamar mandi dia sempat menulis sebait puisi.

Tuhan, apakah engkau menyayangiku?
Tuhan, apakah rencana yang kau tulis untukku?
Aku hanya lah pemeran atas drama hidup yang kau buat,
Aku mengikuti semua yang kau tuliskan,
Dalam skenario hidupku. Semoga mendapat akhir yang indah.

Setelah selesai mandi dan memakai baju yang simple dia pun berangkat dengan menggunakan taxi yang telah dipesanya. Tak lama cipo pun sampai karena jarak rumah sakit dengan rumah nya titdak terlalu jauh jadi bisa cepat sampai. Ci pun membayar taxi dan segera masuk karena telah ditunggu dokter. Setelah mengisi pendaftaran Ci pun diantar perawat menuju ruang dokter. “Hay peri kecil, baru sampai ni?”sapa dokter kepada ci, “iya ni dok takut dokter ga ada jadi pagi-pagi deh datang nya ”Ci pun menjawab sapaan sang dokter. Ci pun duduk dikursi yang berada di depan meja dokter.

            Setelah melakukan berbagai test Ci pun menunggu diruang tunggu karena menunggu hasil pemeriksaan yang harus segera dia konsulkan kepada dokternya. Setelah hasil chek up ci keluar cipo pun kembali keruang dokter untuk bertanya tentang kondisinya. Setelah hasil lab dibaca oleh dokter dengan ragu dokter pun memberi tahu kalo sel kanker dalam otaknya semakin meluas dan diperkirakan usia Ci hanya tinggal tiga hari. Bagain kan kesambar halilintar di siang hari ketika dia mengetahui kondisi sakitnya. Ci pun keluar dengan tangan memagang amplop coklat hasil chek up hari ini.

Ci pun pulang dengan kondisi tubuh yang lemah air mata yang terus keluar dari mata indahnya. Ci pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sesentak ia terbangun dan meraih semua oabt-obatan dari dokter yang terdapat di mejanya kemudian dia pun membuang semua obat-obatan tersebut  “ Buat apa semua obat ini kalau pada akhirnya saya akan mati !” Ci pun marah dengan tahu kondisinya. 

Dua hari pun ia lewatkan hanya menangis,menagis,dan menangis tepat dengan perkiraan dokter di hari ketiga setelah chek up. Tubuh Ci demam tinggi disertai sakit kepala yang hebat dan disusul dengan pendarahan yang keluar dari hidung dan telinganya dan terus menjerit kesakitan Ci pun terus berdoa ‘ Ya Tuhan ini kah akhir dari semua drama kehidupan ku, inikah akhir skenaria yang engkau tuliskan untukku? Aku  ikhlas ya Tuhan jika takdirku telah tiba.”

Terima kasih Tuhan atas kasih-Mu
Aku adalah pemeran dari drama-Mu
Engkaulau penulis skenario hidupku
Engkau pula lah yang menjadi sutradara
Dari hidupku.
Aku akan menjalini ini semua dengan ikhlas.

Sebelum kesadaranya hilang Ci pun sempat menelpon rumah sakit untuk mengirimkan ambulance untuk kerumahnya. Tak lama pun ambulance pun datang Ci pun segera ditangani dan dibawa kerumah sakit dimana di chek up selama ini. Sesampai dirumah sakit Ci pun segera di tangani para dokter dan perawat dan sampai akhirnya Ci harus rawat intensif yakni di ruang ICCU. Ketika seorang perawat bertugas menggantikan pakaian nya perawat tersebut melihat selembar surat yang jatuh. Surat itu pun tertuju kepada dokter yang selama ini merawatnya.
           
Dear dokterku yang tampan
                        Hay pak dokter tampan apa kabar semoga baik ya hehe...... mungkin saat dokter baca surat ini peri kecil mu ini telah terbaring kritis atau sudah tidak ada. Dok terima kasih atas semua perhatian, waktu yang dokter kasih ke aku. Terima kasih juga dokter telah merawat ku hingga waktu itu tiba. Pak dokter kalo aku boleh minta mau minta tolong ya, ya ya ya mau ya hehehe bila nanti ketika dokter membaca surat ini pada saat kondisi aku koma tolong ya dok ketemukan saya dengan bunda saya ya?

 walau bukan bunda kandung saya saya sudah mrnganggap seperti bunda kandung saya. Saya mau saat saya pergi nanti saya pergi dalam keadaan berada dalam pangkuanya mau ya dok alamat nya sudah ada dalam suratku , sebelumnya terima kasih dokterku.
                                                                                                Salam paling manis

                                                                                                            Peri kecil

Tanpa berpikir panjang dokternya pun segera ingin mengabulkan permintaan terakhir dari pasienya, yang saat itu dalam kondisi yang sangat amat kritis hidupnya hanya tergantung pada alat-alat medis. Sang dokter langsung bertolak kerumah bunda cipo yang menurut alamat tercantum di surat berada di daerah Jawa Tengah. Setelah melakukan perjalanan dari kota Jakarta ke kota Yogyakarta selama kurang lebih empat jam tiba lah dokter tersebut dirumah bunda cipo setelah dipersilahkan masuk. Dokter ci pun memberi tahu maksud dan tujuannya mengapa ia mendatangi bunda Cipo, “ bu mohon maaf sebelumnya perkenalkan saya dokter cipo yang selama ini merawat cipo. Saya ingin menyampaikan suatu berita bahwa cipo kini sedang terbaring kritis dan kemungkinan untuk pulih sangat lah minim sekali, dalam surat yang kami ketemukan dari saku milik ci, ci sangat ingin sekeli bertemu dengan bundanya yang selama ini menjadi semangatnya. Ci pun ingin menghabiskan sisa waktunya bersama bundanya, dengan demikian saya ingin mengajak ibu ke jakarta untuk bertemu dengan cipo.” 
Setelah mendengar kabar yang tidak baik itu pun seketika tubuh bunda ci pun lemas dan pucat sambil berkata lirih” baik dok kita berangkat sekarang ke Jakarta saya ingin menemani anak saya dan saya yakin ci gadis yang kuat dan mampu bertahan. Sore itu pun dokter dan bunda ci berangkat menuju jakarta..
            Setelah melakukan pe jalanan yang lumayan jauhnya bunda Di dan dokter tiba dirumah sakit, betapa sedihnya bunda Di 

           Ya Tuhan mengapa,
            Kau coba anakku seberat ini.
            Apakah engkau terlalu sayang,
            Kepada anakku ini?

            Tuhan saya rela menukarkan,
            Hidup ku ini agar anakku
            Dapat tetap bertahan tuk
            Menjadi apa yang ia inginkan

sampai tidak kuasa menahan air mata yang yang keluar dari matanya. Dengan tangan gemetar bunda Di masuk keruang ICCU tempat dimana Ci dirawat , bunda Di pun segera memegang kedua tangan Cipo, “bangun nak ini bunda, kamu pasti kuat mana cipo yang bunda kenal selalu riang semangat gak akan pernah menyerah. Bangun nak bunda ada disini menemani , kamu harus kuat.” Bunda di pun berusaha menyemangati cipo sampai akhirnya Ci pun terbangun dan menghapus air mata bunda Di , Ci pun sempat mengatakan”makasi bunda sudah mau datang terima kasih atas semua kasih sayang yang bunda berikan, Cipo capek dan harus menyerah maaf kan Cipo, jangan menangis bunda , Cipo sayang bunda , biarkan Cipo pergi tetaplah tersenyum . Cipo selalu menjadi peri kecil untuk kalian.”
           
Ci pun kembali menutup matanya dan saat itulah Ci menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukan bunda Di. Sekejap ruangan pun menjadi hening dokter pun segera memeriksa dan hasilnya Ci tidur untuk selamanya. Semua pun menangis karena kehilangan seorang peri yang selalu ceria menemani hari-hari mereka. Ci pun dibawa pulang kerumah untuk di makam kan begitu banyak yang mengantarkan sang peri kecil ketempat peristirahatan terakhirnya. Kini tiada lagi senyum manis si peri kecil , hanyalah kenangan indah bersamaanya
SELAMAT JALAN PERI KECIL kau tetap selalu ada di dalam hidup kami.

-        TAMAT -