Senin, 07 Mei 2012

CINTA TAK SELALU INDAH

Cinta adalah anugrah yang diberikan Tuhan ke hambanya, hidup lebih indah dengan saling mencinta. Namun tidak semua mengalami manis dan indahnya cinta. 

Sudah hampir tiga tahun aku menjalani hubungan dengan pacarku, kami bukan hanya sekedar pacaran yang seperti cinta monyet. Aku menerima lamaran dari kekasihku dua tahun lalu dan kami memutuskan untuk bertunangan. Aku pun sangat bahagia sekali dengan pertunangan ini bahkan banyak yang menilai kami pasangan yang serasi, aku tak menuntut banyak dari pacarku kamu bertemu pun juga jarang sekali karena dia yang berprofesi sebagai jurnalis hampir tidak ada waktu berdua denganku namun kami tetap berkomunikasi walau hanya telpon dan SMS. Cara pacaran kami yang unik dan kami tidak pernah punya malam minggu tuk berdua walau kata orang “malam minggu adalah malam yang asyik untuk pacaran”. Aku pun sangat dekat sekali dengan keluarga pacarku dan sebaliknya keluargaku pun sangat dekat dengan pacarku.

Namun selang satu tahun pertunangan kita, dia sudah jarang sekali menelponku dengan alasan sibuk karena banyak kerjaan awalnya aku menerima alasan itu, namun dia sering sekali beralasan seperti itu. Aku pun berusaha diam karena tidak mau terlalu egois, dia tak pernah membalas SMS ku lagi. Ketika dia meminta maaf karena terlalu sibuk aku pun lega ternyata dia benar-benar sedang sibuk ketika dia tidak ingin diganggu aku pun  mengikuti permintaannya. Sudah hampir tiga bulan dia tidak ada kabar aku pun bingung mau tanya ke siapa? Akhirnya aku putuskan tanya dengan teman pacarku, namun mereka pun juga jarang sekali bertemu dan jalan bareng dan aku pun tidak curiga. Sampai akhirnya aku mendengar berita dari sahabatku bahwa dia melihat pacarku jalan dengan wanita lain selain aku di cafe mereka terlihat sangat akrab. Lagi lagi aku tidak menaruh curiga aku hanya berpikir itu adalah narasumbernya mungkin saja pacarku sedang mewawancarai wanita itu, atau ada kerja sama pokoknya urusan kerjalah.

Ketika aku baru pulang kerja, dan duduk di ruang tamu mamah menanyakan pacarku yang sudah lama tidak datang kerumah aku hanya bisa menjawab kalau dia sedang sibuk karena sedang banyak kasus-kasus jadi sebagai jurnalis dia harus tetap up date. Telpon ku berdering ketika ku lihat ternyata pacarku wah senang sekali akhirnya dia ingat ke padaku, kami bicara hanya sebentar dan dia ingin bertemu dengan ku besok untuk makan siang aku pun menerima ajakannya. Ke esokan harinya aku pun menepati janji untuk makan siang bersamanya namun setelah makan dia berbicara padaku “ aku tidak bisa meneruskan pertunangan ini, ada orang lain yang telah mengisi hatiku dan bulan depan kami akan menikah” sungguh aku hanya terdiam tak tahu harus bicara apa hatiku sakit, hancur, bahkan aku ingin berteriak aku bertanya dalam hati “ apa salahku? Kenapa dia tega?” dengan hati porak poranda aku pun pulang aku tidak berani bercerita kepada orang tua ku aku yakin mereka akan sedih, namun aku tidak bisa terus menerus diam akhirnya selang dua hari aku bercerita mereka pun sangat terpukul karena merasa anak perempuan mereka di permainkan. Sejak kejadian itu hingga sekarang aku takut membuka hatiku untuk seorang pria entah sampai kapan.

Tidak ada komentar: