Cinta
adalah anugrah yang diberikan Tuhan ke hambanya, hidup lebih indah dengan
saling mencinta. Namun tidak semua mengalami manis dan indahnya cinta.
Sudah
hampir tiga tahun aku menjalani hubungan dengan pacarku, kami bukan hanya sekedar
pacaran yang seperti cinta monyet. Aku menerima lamaran dari kekasihku dua
tahun lalu dan kami memutuskan untuk bertunangan. Aku pun sangat bahagia sekali
dengan pertunangan ini bahkan banyak yang menilai kami pasangan yang serasi,
aku tak menuntut banyak dari pacarku kamu bertemu pun juga jarang sekali karena
dia yang berprofesi sebagai jurnalis hampir tidak ada waktu berdua denganku
namun kami tetap berkomunikasi walau hanya telpon dan SMS. Cara pacaran kami
yang unik dan kami tidak pernah punya malam minggu tuk berdua walau kata orang
“malam minggu adalah malam yang asyik untuk pacaran”. Aku pun sangat dekat
sekali dengan keluarga pacarku dan sebaliknya keluargaku pun sangat dekat
dengan pacarku.
Namun
selang satu tahun pertunangan kita, dia sudah jarang sekali menelponku dengan
alasan sibuk karena banyak kerjaan awalnya aku menerima alasan itu, namun dia
sering sekali beralasan seperti itu. Aku pun berusaha diam karena tidak mau
terlalu egois, dia tak pernah membalas SMS ku lagi. Ketika dia meminta maaf
karena terlalu sibuk aku pun lega ternyata dia benar-benar sedang sibuk ketika
dia tidak ingin diganggu aku pun
mengikuti permintaannya. Sudah hampir tiga bulan dia tidak ada kabar aku
pun bingung mau tanya ke siapa? Akhirnya aku putuskan tanya dengan teman
pacarku, namun mereka pun juga jarang sekali bertemu dan jalan bareng dan aku
pun tidak curiga. Sampai akhirnya aku mendengar berita dari sahabatku bahwa dia
melihat pacarku jalan dengan wanita lain selain aku di cafe mereka terlihat
sangat akrab. Lagi lagi aku tidak menaruh curiga aku hanya berpikir itu adalah
narasumbernya mungkin saja pacarku sedang mewawancarai wanita itu, atau ada
kerja sama pokoknya urusan kerjalah.
Ketika
aku baru pulang kerja, dan duduk di ruang tamu mamah menanyakan pacarku yang
sudah lama tidak datang kerumah aku hanya bisa menjawab kalau dia sedang sibuk
karena sedang banyak kasus-kasus jadi sebagai jurnalis dia harus tetap up date.
Telpon ku berdering ketika ku lihat ternyata pacarku wah senang sekali akhirnya
dia ingat ke padaku, kami bicara hanya sebentar dan dia ingin bertemu dengan ku
besok untuk makan siang aku pun menerima ajakannya. Ke esokan harinya aku pun
menepati janji untuk makan siang bersamanya namun setelah makan dia berbicara
padaku “ aku tidak bisa meneruskan pertunangan ini, ada orang lain
yang telah mengisi hatiku dan bulan depan kami akan menikah” sungguh aku hanya
terdiam tak tahu harus bicara apa hatiku sakit, hancur, bahkan aku ingin
berteriak aku bertanya dalam hati “ apa salahku? Kenapa dia tega?” dengan hati
porak poranda aku pun pulang aku tidak berani bercerita kepada orang tua ku aku
yakin mereka akan sedih, namun aku tidak bisa terus menerus diam akhirnya
selang dua hari aku bercerita mereka pun sangat terpukul karena merasa anak
perempuan mereka di permainkan. Sejak kejadian itu hingga sekarang aku takut
membuka hatiku untuk seorang pria entah sampai kapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar