Jumat, 04 Mei 2012

ISLAM SEMBUHKAN PENYAKITKU


Dimuat dimajalah paras 
Edisi 103/ Mei
by : Rosyidah/ Pocci

Aku terlahir dalam keluarga nasrani.Opa yang seorang paastur, membuatku dan keluarga sebagai penganut Nasrani yang taat, bukan hanya setiap hari minggu saja kami pergi ke gereja, melainkan setiap hari. Sejak orang tuaku meninggal aku tinggal bersama Opa dan Ama ku. Menginjak usia 13 tahun aku divonis dokter menderita sakit leukimia stadium akhir betapa terkejutnya semua keluargaku menerima keyakinan ini.. pengobatan demi pengobatan aku jalani sampai aku menjalani perawatan di negri sebrang namun kondisiku tidak membaik malah tambah  terpuruk.

Ada jawaban dalam Al Quran
Selama dua tahun aku menjalani pengobatan. Aku lelah dengan hidupku ini , suatu saat dihari Ahad, aku membaca buku di toko buku Gramedia aku mencari buku-buku tentang pengobatan herbal, namun entah mengapa hatiku ingin sekali melihat buku-buku di rak agama kaki ku melangkah kebagian itu, namun bukan buku-buku agama dari agamaku. Tiba-tiba tanganku meraih sebuah buku besar dan didalamnya terdapat tulisan yang tidak kupahami, aku membaca judul sampul depan buku itu tertulis “ Al QURAN DAN TERJEMAHNYA” aku membuka halaman demi halaman sampai akhirnya ada sebuah ayat yang berbunyi Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (Al-Isra`: 82). Aku membaca buku lainnnya kemudian membaca buku “sholat dapat menyembuhkan berbagai penyakit” seperti mendapat pencerahaan aku sangat senang aku membeli buku itu.

Belajar islam diam-diam,
Setelah ku baca buku yang aku beli, aku bertanya dengan teman ku yang beragama muslim “apa benar sholat bisa membuat sembuah suatu penyakit, dan apa benar Alloh SWT bisa menyembuhkan penyakit manusia?” lalu ia menjelaskan “bahwa bila dalam sholat itu gerakan kita benar maka kita bisa melancarkan sirkulasi darah yang jadi penyebabab suatu penyakit, dan Alloh menyembuhkan segala macam penyakit asal kita tetap berdoa dan berikhtiar semua penyakit akan ada obatnya” setelah mendengar penjelasanya aku pun meminta untuk diajarkan sholat dengan kerendahan hati ia mulai mengajariku tata cara wudhu dan sholat, hari demi hari aku belajar aku mendapat ketenangan luar biasa selepas mempelajari sholat.

Diusir Opa
Aku bercerita kepada temanku bahwa aku ingin masuk islam.Temanku pun mengajakku bertemu dengan guru pengajinya Alm H.mustofa disana aku diberi penjelasan bahwa menjadi mualaf itu harus dari hati bukan hanya ada keinginan. Aku coba meluruskan niatku, dan pada 10 september 2008 aku memutuskan untuk bersyahadat. Perasaanku saat itu seperti lahir kembali seperti aku mendapat kebahagiaan yang tak terkira.
Setelah sebulan menjadi mualaf, aku memberi tahu semua anggota keluargaku tentang kepindahan agamaku. Opa yang tahu cucu kesayangannya memeluk agama lain, sangat marah sekali. Dengan keras beliau memintaku agar kembali ke agama dahulu. Aku pun menolak dengan keras, aku tetap dengan pendirianku. Sampai akhirnya Opa mengusirku “ Jika kamu mengkhianati Tuhan kamu silahkan pergi tinggalkan tempat ini, dan kamu bukan keluarga ini lagi” aku melihat Ama menangis dan meminta aku tetap bersamanya namun tetap dengan agama lamaku. Aku  memutuskan untuk keluar dari rumahku yang aku tinggali sejak lahir. Sedih? Sudah pasti karena aku meninggalkan orang-orang yang aku sayangi. Ternyata aku tidak pergi sendiri, Akyong (paman) beliau tidak tega melihat aku keluar rumah sendiri karena saat itu usia aku baru 15 tahun aku pun pindah ke jakarta dengan kehidupan yang jauh sekali dengan kehidupanku ketika masih dibangka inilah keputusanku aku harus jalani

Kesempatan Kedua
Sudah satu tahun aku memeluk muslim, namun sakit aku tetaplah belum ada perubahan yang berarti, aku sanagatlah menjadi lemah. Saat itu aku dan akyongku hanya membuka toko dan itupun toko kami telah hangus karena terbakar. Inilah cobaan hidupku. Ketika aku sedang konsultasi dengan ustad, beliau menyarankan aku untuk ikut majlis bengkel hati yang dipimpin ustad Danu beliau adalah pakar dalam pengobatan dengan menmperbaiki hati. Aku langsung mendatangi ustad Danu sungguh kebesaran Allah, aku bisa langsung bertemu dengan beliau dan bisa menceritakan tentang sakitku. Beliau pun menjelaskan padaku “ pada dasarnya sakit adalah nikmat yang diberikan allah ke kita, entah itu berupa teguran atau peringatan. Yang membuat sakit itu diri kita sendiri, apa kamu sudah benar-benar taat sama Allah? Apa kamu sudah menjalankan kewajibanmu sebagai seorang muslim? Kalau belum, silakan bertaubat dan jalankan kewajibanmu” 

Mendengar penjelasan beliau, aku memang lalai menjalankan kewajibanku, sholat lima waktu dan puasaku belum penuh. Apakah ini cobaan hidupku? Dua minggu berselang, setelah mengunjungi ustadz Danu kondisiku menjadi sanagat parah. Aku harus di rawat di ruang ICU rumah sakit umum daerah Cibinong aku koma dan tertidur sealama 15 hari. Dokter menyarankan akyongku untuk membawa pulang. Menurutnya usiaku sudah tidak lama lagi. Dalam ketidaksadaranku, aku bermimpi menemukan sebuah cahaya yang terang namun aku tidak dapat meraihnya. Ketika aku sholat akhirnya cahaya itu mendekat padaku. Sangat ajaib, karena aku kemudian tersadar. Dokter takjub dengan keadaanku yang memulih. Sejak saat itu aku memperbaiki sholatku dan puasaku hasilnya sangat menakjubkan jadwal kemotrapiku yang tadinya seminggu sekali, kini hanya satu bulan sekali saja. 

Perasaanku sangat senang. Aku kembali memperbaiki ibadahku dan aku melakukan sedekah, didorong oleh buku ustad Yusuf Mansyur “ keajaiban sedekah” dengan sedekah kita bisa mendapat pertolongan Allah swt. Aku dan Akyong mengurus usaha kami, hari demi hari toko kami kian membesar. Suatu ketika aku mengecek perkembangan kankerku. Subhanallah kangkerku dinyatakan sembuh oleh dokter. Tak henti-hentinya aku mengucapkan syukur  atas rahmat-Nya. Sayangnya aku tidak bisa membagi kabar bahagia ini pada akyong. Ia tidak bersamaku lagi, sakit telah merenggut nyawanya. Semakin sedih karena aku tidak bisa mengantarkannya ke peristirahatan terakhir. Opa belum mau menerimaku. 

Kehiduanku kembali terpuruk semua aset akyongku diambil alih oleh opa termasuk rumah yang aku tempati, aku tidak larut dalam kesedihan. Aku yakin Allah tidak membiarkan hamba-Nya larut dalam kesedihan. semua itu diganti dengan aku bertemu dengan orang tua angkat yang sayang sekali denganku ayah dan bunda yang menyayangiku seperti anak mereka sendiri. Aku kini terus belajar tetap istiqomah dijalan Allah aku akan selalu mengahadapi semua ujiannya, karena aku yakin Alloh tidak akan menguji hamba nya diluar kemampuannya.
Semoga kisahku bisa menjadi inspirasi bagi yang membacanya.
                                   
                                                                                                                        By : pocci

Tidak ada komentar: